Tuesday, 20 March 2012

Teori belajar (kognitif)

Teori kognitif Ahli psikologis berpendapat bahwa prinsip teori tingkah laku hanya memberikan bagian dari pertanyaan tentang bagaimana kita belajar. Contoh, bagian tingkah laku yang paling baik kita ingat ialah kejadian-kejadian yang praktis dan sering kontradiksi dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita mempunyai teman yang mempunyai telepon dan setiap kita ingin menelpon, kita akan melihat nomor telpon teman kita. Walaupun kita sering memutar nomor telponnya.
Ahli-ahli teori kognitif berpendapat bahwa belajar adalah hasil dari usaha kita untuk dapat mengerti dunia. Untuk melakukan ini, kita memnggunakan semua alat mental kita. Caranya, kita berpikir tentang situasi, sama baiknya kita berpikir tentang kepercayaan, harapan, dan perasaan kita yang akan mempengaruhi bagaimana dan apa yang kita pelajari. Keduanya, ahli teori tingkah laku dan ahli teori kognitif berpendapat, reinforcement penting dalam belajar, tetapi alasan mereka berbeda. Ahli tingkah laku yang kaku menyatakan bahwa reinforcement memperkuat respons, sementara ahli kognitif melihat reinforcement sebagai sumber umpan balik (feedback). Umpan balik ini memberikan informasi tentang apa yang barang kali terjadi jika tingkah laku itu diulang. Pandangan kognitif melihat belajar sebagai sesuatu yang aktif. Mereka berinisiatif mencari pengalaman untuk belajar, mencari informasi untuk menyelesaiakan masalah, mengatur kembali, dan mengorganisasi apa yang telah mereka ketahui untuk mencapai pelajaran baru. Bransford (1989) menguraikan singkat tentang teori kognitif. Yang penting dalam hal ini ialah bagaimana orang belajar, mengerti dan mengingat informasi, dan mengapa beberapa orang dapan melakukan dengan baik dan yang lainnya tidak. Kenyataannya ahli-ahli psikologi kognitif lebih cenderung menyelidiki aspek-aspek penting dalam belajar, seperti bagaimana orang dewasa mengingat informasi verbal atau bagaimana anak-anak memahami cerita-cerita. 1. Sistem pengolahan informasi Dunia penuh dengan informasi. Pemandangan, suara, bau, rasa, dan musik mengelilingi kita setiap waktu. Bagaimana kita menerima, memproses, dan mengingat informasi? Akhir-akhir ini kita telah diberi kesan oleh kemampuan komputer yang luar biasa untuk menyelesaikan masalah kompleks. Tetapi bagaimanapun juga, kemampuan mental manusia yang kita anggap pasti benar bahwa komputer tidak dapat menyelesaikan dan mungkin tidak akan dapat menguasainya. Contoh seorang bayi dapat membedakan antara ibunya dan prang lain di dunia ini tanpa melihat atau memperdulikan apa yang dipakai ibunya. Walaupun komputer itu sendiri merupakan ingatan yang sempurna dan cepat, komputer tidak dapat mencocokkan kemampuan manusia untuk memproses dan menginterpretasi informasi yang begitu luas. 2. Proses informasi Informasi secara tetap masuk pikiran kita melalui indra kita. Sebagian besar dari informasi ini segera kita buang tanpa kita sadari. Sedangkan beberapa disimpan dalam ingatan kita untuk beberapa saat, dan kemudian terlupakan. Contoh, mungkin kita mungkin mengingat nomor tempat duduk kita kalau kita menonton bioskop atau menonton pertandingan bulu tangkis samapai kita menentukan tempat duduk kita, kemudian kita akan melupakan nomor tersebut. Bagaimanapun juga, beberapa informasi akan tetap kita simpan bahkan kita simpan untuk selama-lamannya. Yang penting dlam pendidikan adalah memasukkan informasi yang berguna, ketrampilan, dan sikap ke dalam pikiran siswa dengan cara apapun, sehingga siswa dapat mengingat kembali pengetahuan yang telah mereka simpan jika membutuhkan. Ada dua implikasi pendidikan yang penting dari adanya kesan pancaindra. Pertama, orang harus menaruh perhatian pada informasi jika mereka tetap ingin mempertahankan. Kedua, ini akan memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat untuk dimasukan ke dalam kesadaran. 3. Ingatan jangka pendek Ingatan jangka pendek yaitu suatu sistem penyimpanan sementara yang dapat menyimpan informasi secara terbatas. Ingatan jangka ini adalah bagian dari ingatan, dimana informasi yang baru saja didapat disimpan. Contoh, ketika kita melihat seekor burung merpati, dalam ingatan jangka pendek. Sementara itu secara tidak sadar mencari ke dalam ingatan jangka panjang untuk mencari informasi tentang burung-burung sehingga kita dapat mengidektifikasi binatang khusus ini sebagai seeokor merpati. Salah satu cara untuk menyimpan informasi de dalam ingatan jangka pendek adalah berfikir tentang informasi itu atau mengatakan berulang-ulang. Ingatan jangka pendek hanya dapat atau mampu mengingat lima sampai tujuh informasi (Miller, 1956). Ini berarti bahwa kita hanya dapat berfikir kira-kira lima smapai tujuh hal yang berbeda dalam waktu yang singkat. Kapasitas ingatan jangka pendek yang terbatas adalah satu aspek dari proses informasi yang implikasinya penting untuk merencanakan dan mempraktikkan pengajaran. 4. Ingatan jangka panjang Ingatan jankag panjang (long term memory) adalah bagian dari sistem kita di mana kita menyimpan informasi untuk jangka waktu yang lama. Kenyataan yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin tidak pernah lupa suatu informasi yang pernah kita dapat, sebaliknya kita mungkin kehilangan kemampuan untuk menemukan informasi dalam ingatan kita. Jika informasi-informasi yang kita butuhkan tidak di temukan, mungkin terjadi kesulitan dalam penggalian kembali. Kesulitannya mungkin karena gangguan dari informasi yang masuk dalam ingatan jangka panjang terhadap informasi yang telah disimpan( terjadi interfensi) atau kita tidak dapat menggunakannya secara tepat bagaimana mencari informasi yang telah tersimpan. Craik dan lockhart (1992) menyebutkan bahwa ada satu perbedaan penting antara informasi yang diambil dari ingatan jangka pendek dan informasi yang sudah lama diingat. Perbedaannya adalah seberapa dalam dan telitinya informasi yang telah diperoses. Kemudian, Craik dan Lockhart pertama-tama mengusulkan teori pemrosesan informasi mereka sebagi suatu alternatif untuk tiga tahap model. Pertama adalah elaborasi. Elaborasi adalah menambah arti dengan menghubungkan suatu arti baru dengan kumpulan-kumpulan yang lain dengan pengetahuan yang sudah ada. Hubungan terjadi ketika informasi baru digabungkan kedalam kerangka kerjadan skema yang proporsional. Contoh jika kita ditanya untuk mengingat kalimat, “tuti meminjam piring antik” dan memperpanjang kalimat ini dengan menggambar Bibi tuti sedang mengatur meja makan, atau menambah kalimat, “dan dia menjual piring itu untuk membeli kalung” atau mengingat piring kuno dirumah kita atau melengkapi cerita dengan pesta makan malam yang meriah, kita akan mempunyai banyak kesempatan yang lebih baik untuk mengingat suatu kalimat. Faktor yang kedua yang dapat memperbaiki belajar ialah organisasi, yang dihubungkan dengan elaborasi. Bahan mata pelajaran yang diorganisasikan dengan baik lebih mudah untuk dipelajari dan diingat dari pada informasi yang sepotong-sepotong dan sedikit. Faktor yang ketiga yang mempengaruhi belajar dan mengingat adalah konteks. Secara jelas aspek-aspek tertentu dari konteks fisik dan emosi dari bahan pelajaran yang dipelajari bersamaan dengan informasi menjadi bagian dari kerangka kerja profesional. Kemudian ketika kita mencoba untuk mencoba untuk mengingat informasi, belajar akan lebih mudah jika konteksnya sama. Sekali lagi ketika informasi telah masuk ke ingatan jangka panjang informasi, ini akan tampak menjadi tetap. Ini berarti bahwa sesuatu yang telah kita ingat untuk lebih dari beberapa menit tanpa aktif diungkit-ungkit kembali telah menjadi bagian dari ingatan jangka panjang kita. 5. Implikasi teori kognitif dalam pendidikan Ada sejumlah cara untuk menggunakan model belajar kognitif dalam kelas. Petama, kita akan melihat strategi mengajar pada umumnya, terutama yang menyangkut rencana pelajaran. Kemudian, kita akan memusatkan perhatian untuk membantu siswa dalam mengingat informasi baru. a. Startegi mengajar 1. Memusatkan perhatian Banyak faktor yang mempengaruhi perhatian siswa. Dalam permulaan pelajaran, guru dapat membuat kontak mata atau berbuat sesuatu yang mengejutkan siswa dengan maksud untuk menarik perhatian siswa. Berikut ini ada beberapa saran untuk menarik perhatian siswa. 1. Katakan kepada siswa tujuan mata pelajaran yang anda berikan. 2. Tunjukkan bagaimana belajar mata pelajaran yang nantinya berguna bagi siswa. 3. Tanyakan pada siswa mengapa mereka berpikir bahwa mata pelajaran ini penting bagi mereka. 4. Bangkikan keingintahuan mereka dengan pertanyaan seperti “apa yang terjadi jika.....?” 5. Ciptakan suatu kejutan dengan mempertunjukkan suatu kejadian yang tidak diharapkan, seperti argumentasi yang keras sebelum komunikasi pelajaran. 2. Mengidentifikasi apa yang penting, sulit, dan tidak biasa Siswa sering memperhatikan dan belajar keras, tetapi mereka memusatkan pada metode yang salah. Mereka meungkin menghabiskan waktu belajar mereka dengan hal-hal yang tidak penting dan kehilangan pokok-pokok yang penting. Mereka mungkin berkonsentrasi pada materi yang telah mereka ketahui dan menghindari mengerjakan tugas-tugas yang sulit atau kurang dikenal. 3. Belajar dapat dipertinggi jika guru mambantu siswa merasa betapa pentingnya informasi baru Satu strategi untuk melakukan ini adalah membuat tujuan pelajaran sejelas mungkin. Jika siswa-siswa tahu apa yang diharapkan dari mereka untuk melakukan sesuatu dengan informasi, mareka akan lebih dapat memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting. 4. Membantu siswa mengingat kembali informasi yang telah dipelajari sebelumnya Ahli-ahli teori kognitif berpendapat bahwa belajar adalah suatu integrasi atau gabungan antara informasi baru dan struktur kognitif yang ada. Sebelum intregasi dibuat, siswa harus dapat mengingat kembali informasi yang telah mereka ketahui. Belajar sebelumnya mungkin dalam bentuk konsep, definisi, dan hukum-hukum. Ketika siswa harus menguasai informasi baru, konsep, definisi, dan hukum-hukum ini sudah harus dikuasai. 5. Membantu siswa memahami dan menggabungkan informasi Mungkin satu-satunya metode terbaik untuk membantu siswa memahami pelajaran dan mengombinasikan informasi yang telah ada dengan informasi baru adalah membuat setiap pelajaran sepadat mungkin bermakna. Pelajaran yang berarti itu sendiri artinya bukan suatu perubahan, dan pelajaran itu selalu berhubungan dengan informasi atau konsep sikap yang telah ada.

0 comments:

Post a Comment