Monday, 14 September 2015

10 Tahun Bersama Pak Surudin


Terimakasihku ku ucapankan
Pada pak surudin yang tulus untuk membersihkan tempat ngajiku
Untuk bekalku nantiii.....
Terimakasihku ku ucapkan....

Mungkin lagu nasional diatas bisa juga digunakan ketika untuk menggambarkan sosok pak surudin.  Kenapa kok pak surudin? Siapakah pak surudin itu? Apa keunikan beliau, sampai-sampai saya ingin membagi cerita dalam tulisan ini.


Pak surudin adalah orang yang memiliki perawakan tidak terlalu tinggi namun dengan bentuk tubuh yang sedikit gempal, disertai rambut yang sudah memutih menghiasi kepalanya. Beliaulah salah satu saksi sejarah dari pondok pesantren Ali Maksum, beliau adalah yang mengetahui bagaimana perkembangan dari pondok ini. Siapa sebenarnya bapak surudin itu? Bapak surudin adalah orang yang mengabdikan dirinya kepada pondok pesantren sejak zaman Almarhum Simbah Kyai Ali Maksum masih ada hingga sekarang.
Bukan masalah beliau adalah orang yang sudah lama menetap dan mengabdikan di pesantren ini, namun yang ingin saya bagi dalam tulisan ini adalah sifat beliau yang supel, humoris, dan juga ngemong terhadap santri yang mondok di pesantren. Pernah suatu saat beliau hendak berpergian dengan mengenakan tas cangkolong yang di gendong di pundaknya serta pakaian yang rapi menghiasi tubuhnya yang sedikit gempal, dengan spontan saya langsung menyapa beliau dengan menggunakan bahasa jawa “ajeng teng pundi pak?” beliaupun menjawab dengan wajah seriusnya “arep kuliah gus” kata beliau, dalam hatiku langsung bertanya “mosok pak surudin arep kuliah”, ternyata beliau menjawab demikian hanya sebagai gurauan , beliau mengenakan tas dan berbaju rapi seperti itu ternyata hendak pulang kerumahnya yang berada di kulonprogo.
Cerita Diatas merupakan cerita  sosok pak surudin yang humoris, supel, dan ngemong...
Cerita berikutnya, mari kita lihat sosok pak surudin dari sisi istiqomahnya, apakah sifat istiqomahnya tersebut karena bisyaroh yang di berikan pondok pesantren atau benar-benar ikhlas ingin mengabdi kepada pondok atau apalah, intinya yang kita lihat dari sosok pak surudin adalah istiqomahnya. Setiap sore pasti beliau bersih2 pondok entah di mushola, kantor LKIM dan lantai 2 LKIM. Tidak hanya itu pekerjaan yang seharusnya bukan pekerjaannya tetap saja beliau mau untuk mengerjakan, bahasa saya beliau adalah petugas serba guna yang multi talent.
Pernah pada suatu saat beliau berkunjung ke kamar, dan kitapun asik ngobrol ini itu, mulai kondisi pondok pada saat beliau masuk dan ngabdi untuk pondok, cerita santri-santri komplek H pada jaman dulu, sampai-sampai angkernya lingkungan pondok pada jaman dulu, beliau tahu itu semua oleh karena itu aku sebut beliau sebagai saksi sejarah.
Seperti yang sudah di paparkan diatas bahwasannya beliau adalah salah satu saksi sejarah dari pondok pesantren ini. Dan menjadi teman, orang tua, serta guru kami, semoga dengan sedikit gambaran dari sosok beliau kita bisa mencontoh sisi baik yang selalu beliau kerjakan, dan juga semoga beliau selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT sehingga beliau akan tetap bisa menjadi teman untuk kita semua. Amin ya Rabbalalamin.

0 comments:

Post a Comment