Tuesday, 15 September 2015

Refleksi Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Agung Muhammad SAW.


Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diperingati Lembaga Kajian Islam Mahasiswa bertepatan pada hari kamis malam jum’at, waktu tersebut di pilih menurut salah satu penyelenggara acara, agar tidak berbenturan dengan kegiatan pengajian di LKIM.
Bersamaan dengan itu yang menjadi penceramah dalam acara tersebut adalah KH. Nur Kholiq Ridwan dari kantor cabang NU Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut pihak penyelenggara acara mengambil tema Refleksi Hikmah Isra’ Mi’raj bagi cendikiawan Santri dengan tujuan agar mahasantri LKIM dapat merefleksikan peristiwa Isra’ Mi’raj untuk di terapkan dalam kehidupan sehari hari.
Dalam acara tersebut hadir ketua Yayasan Ali Maksum KH. Afif Muhammad dan juga selaku pengasuh dari Lembaga Kajian Islam Mahasiswa, selain di hadiri pengsuh LKIM dalam acara tersebut juga hadir dewan pembimbing dari asrama-asrama Mts dan Aliyah Ali Maksum.
Dalam kesempatan tersebut KH Nur Kholiq Ridwan menyampaikan beberapa hikmah yang dapat diambil dari peristiwa isro’ miraj, yaitu yang Pertama, Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu atau perintah untuk menjalankan sholat, namun menurut beliau perintah sholat yang dibawa oleh Nabi Muhammad tidak hanya sekedar ritual rutinitas yang di lakukan setiap hari, yang tidak ada dampak terhadap tubuh atau jiwa seorang hamba. Esensi sholat seharusnya sebagai Tanha anil Fahshai wa Mungkar. Kedua, Sholat harus dapat menginspirasi diri sebagai etos atau semangat, langkah yang dilakukan sebagai hamba agar sholat dapat menginsiprasi diri sebagai etos adalah menghadirkan jiwa untuk berdialog dengan sang Kholiq di waktu menjalankan ritual sholat, dengan demikian secara tidak langsung etos atau semangat dalam diri kita akan tumbuh. Menghadirkan diri untuk berdialog dengan Tuhan menurut beliau tidak hanya di dalam sholat semata, namun proses interaksi antara hamba dan Tuhan-Nya harus selalu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian setiap tingkah laku dan perbuatan manusia akan dapat terkontrol dan terkendali.
Selain Hikmah yang telah di paparkan, beliau juga menyampaikan dalam menjalani kehidupan di dunia ini seorang hamba harus selalu ingat terhadap Allah (Dzikrullah) dengan berzikir secara Fikri dan Aqli artinya, berzikir secara fikri adalah sebagai seorang hamba yang di karuniai akal dan pikiran di pergunakan untuk mengamati dari bukti-bukti kebesaran dan keagungan Allah, sedangkan berzikir secara Aqli lebih mempergunkan hati untuk merenungkan dari kebesaran Allah. Dengan memadukan antara Fikri dan Aqli kita akan dapat menjadi manusia yang seutuhnya yaitu manusia yang dapat menggunakan otak atau pikiran namun masih terkontrol oleh hati atau Akal. Konsep Dzikir secara Fikri dan Aqli sebagai salah satu cara  untuk merenungkan keagungan-keagungan Allah.
Hikmah yang dapat ditarik dalam kehidupan Santri dari perintah menjalankan Sholat melalui peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah sholat yang di kerjakan setiap hari jangan hanya sebatas ritual Agama semata, namun sholat yang dikerjakan setiap hari seharusnya berdapak secara langsung di dalam diri setiap manusia, baik sebagai salah satu dorongan semangat maupun sebagai Dzikrullah. Ketika seorang santri dapat menjalankan sebagaimana yang sudah di paparkan diatas, kualitas diri santri dari segi Akhlak dan Etos akan semakin baik.

0 comments:

Post a Comment