Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diperingati Lembaga
Kajian Islam Mahasiswa bertepatan pada hari kamis malam jum’at, waktu tersebut
di pilih menurut salah satu penyelenggara acara, agar tidak berbenturan dengan
kegiatan pengajian di LKIM.
Bersamaan dengan itu yang menjadi penceramah dalam acara tersebut
adalah KH. Nur Kholiq Ridwan dari kantor cabang NU Yogyakarta. Pada kesempatan
tersebut pihak penyelenggara acara mengambil tema Refleksi Hikmah Isra’ Mi’raj
bagi cendikiawan Santri dengan tujuan agar mahasantri LKIM dapat merefleksikan peristiwa
Isra’ Mi’raj untuk di terapkan dalam kehidupan sehari hari.
Dalam acara tersebut hadir ketua Yayasan Ali Maksum KH. Afif
Muhammad dan juga selaku pengasuh dari Lembaga Kajian Islam Mahasiswa, selain
di hadiri pengsuh LKIM dalam acara tersebut juga hadir dewan pembimbing dari
asrama-asrama Mts dan Aliyah Ali Maksum.
Dalam kesempatan tersebut KH Nur Kholiq Ridwan menyampaikan
beberapa hikmah yang dapat diambil dari peristiwa isro’ miraj, yaitu yang Pertama,
Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu atau perintah untuk menjalankan sholat,
namun menurut beliau perintah sholat yang dibawa oleh Nabi Muhammad tidak hanya
sekedar ritual rutinitas yang di lakukan setiap hari, yang tidak ada dampak terhadap
tubuh atau jiwa seorang hamba. Esensi sholat seharusnya sebagai Tanha anil
Fahshai wa Mungkar. Kedua, Sholat harus dapat menginspirasi diri
sebagai etos atau semangat, langkah yang dilakukan sebagai hamba agar sholat
dapat menginsiprasi diri sebagai etos adalah menghadirkan jiwa untuk berdialog
dengan sang Kholiq di waktu menjalankan ritual sholat, dengan demikian secara
tidak langsung etos atau semangat dalam diri kita akan tumbuh. Menghadirkan diri
untuk berdialog dengan Tuhan menurut beliau tidak hanya di dalam sholat semata,
namun proses interaksi antara hamba dan Tuhan-Nya harus selalu dilakukan dalam
kehidupan sehari-hari. Dengan demikian setiap tingkah laku dan perbuatan
manusia akan dapat terkontrol dan terkendali.
Selain Hikmah yang telah di paparkan, beliau juga menyampaikan
dalam menjalani kehidupan di dunia ini seorang hamba harus selalu ingat
terhadap Allah (Dzikrullah) dengan berzikir secara Fikri dan Aqli artinya,
berzikir secara fikri adalah sebagai seorang hamba yang di karuniai akal dan
pikiran di pergunakan untuk mengamati dari bukti-bukti kebesaran dan keagungan
Allah, sedangkan berzikir secara Aqli lebih mempergunkan hati untuk merenungkan
dari kebesaran Allah. Dengan memadukan antara Fikri dan Aqli kita
akan dapat menjadi manusia yang seutuhnya yaitu manusia yang dapat menggunakan
otak atau pikiran namun masih terkontrol oleh hati atau Akal. Konsep Dzikir
secara Fikri dan Aqli sebagai salah satu cara untuk merenungkan keagungan-keagungan Allah.
Hikmah yang dapat ditarik dalam kehidupan Santri dari perintah
menjalankan Sholat melalui peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah
sholat yang di kerjakan setiap hari jangan hanya sebatas ritual Agama semata,
namun sholat yang dikerjakan setiap hari seharusnya berdapak secara langsung di
dalam diri setiap manusia, baik sebagai salah satu dorongan semangat maupun
sebagai Dzikrullah. Ketika seorang santri dapat menjalankan sebagaimana
yang sudah di paparkan diatas, kualitas diri santri dari segi Akhlak dan Etos
akan semakin baik.






0 comments:
Post a Comment