Pagi kulihat, siang kulihat, sorepun kulihat.
Itulah pemandangan yang
setiap saat aku lihat dan kusaksikan, ya, pemandangan yang dulu juga pernah aku
rasakan, yaitu makan ketering bareng teman santri, cukup berlauk lapar dan
ditambahi sedikit bumbu candaan dengan teman itu sudah lebih dari enak dan
niikmat. Untuk makan enak gak perlu harus makan di tempat elite seperi KFC,
moll, dan cafe mungkin, cukup bareng dengan teman seperjuangan itu lebih
nikmat, karena kenikmatan makan tidak
ahanya dikukur dari makanan apa yang kita makan, tapi juga karena perasaan
kita. Bohong ketika katanya makan enak di tempat yang elite kalau hati kita
tidak merasakan kenikmatan itu, lihat saja adik2 kita yang diluar sana yang
mengantri untuk makan, dan ketika kita lihat menu makan mereka hanya alakdarnya
saja (sawi, tahu, tempe, kecambah, kerupuk) jika ada menu yang agak enak
mungkin itu hanya bonus saja dan itu hanya satu minggu sekali, itu pada saat
saya loo yaaa...
Terkadang saya pribadi
terkesan dan merasa lucu jika melihat adik-adik kita yang sedang menikmati
makanannya, mereka berbaris rapi, berjajar lurus, dan menunduk menikmati makanan
yang ada dihadapannya. Tapi terkadang juga merasa jengkel juga ketika mereka
makannya sembarangan, buang sisa makan sak penake dewe, wah pokoknya pengen
ngetak ndase, tapi pie meneh la katanya mereka kan masih kecil, tapi sebisanya
kita nasihati.
Sebanarnya jika kita lihat
dan tanya satu persatu setiap adik-adik kita pasti latarbelakang ekonomi orang
tua meraka akan sangat berbanding 360 derajat jika kita melihat dengan menu
makan yang disantap setiap saat, mungkin orang tua mereka lebih dari mampu jika
memberi makan anak-anaknya dengan menu yang mewah, tapi orang tua mereka tetap
memondokkan meraka di pesantren, karena mungkin orang tua mereka berkeyakinan
pesantren adalah tempat penggemblengan untuk kita semua, tempat dimana kita di
didik untuk menjadi pribadi yang kuat, tangguh dan pinter. Yaa salah satunya
dengan makan mereka, gak perlu dengan menu yang mewah namun cukup bareng dengan
teman itu sudah lebih dari cukup, dan itu salah satu cara untuk membentuk
karakter dari setiap orang.
Indah ternyata ketika
kebersamaan itu bersamakita, gak perlu modal mahal, hanya bermodal nasi
sepiring dengan lauk alakadarnya namun terasa nikmat karena ada teman
seperjuangan kita ada disamping kita.
Sedikit tulisan dariku,
tulisan sebelum tidur yang ingin ku bagi kepada semuanya. Terimakasih jika
sudah berkenan untuk membacanya.







0 comments:
Post a Comment